Michael S. Hart, Pendiri Proyek Gutenberg, Wafat di Usia 64

Michael S.Hart Pendiri Proyek Gutenberg (Sumber : Creative Commons)

AustralianEye.Com – Michael S. Hart, pendiri proyek Guttenberg – proyek pertama yang membuat buku-buku elektronik (eBooks) tersedia untuk digunakan secara bebas di internet – meninggal di rumahnya di Urbana, Illinois pada hari Rabu kemarin, di usianya yang ke 64.

Hart dikenal atas penemuannya buku elektronik, atau eBooks, yang pada tahun 1971 memperjuangkan pendirian Proyek Gutenberg – yang merupakan proyek literasi online yang masuk dalam jajaran awal dan tertua.

Proyek Gutenberg – dinamakan dengan nama ahli percetakan Jerman di abad ke-15 yang memperkenalkan percetakan buku modern – terispirasi ketika Hard mengetikkan salinan dari Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang ia terima. Hart secara berurutan mendistribusikan sejumalh teks ke sejumlah komputer yang kemudian menjadi bagian dari Internet. Harg juga melanjutkan pemuatan versi-versi teks dari buku-buku klasik termasuk Homer, Shakespeare, Mark Twain dan Bible.

Hart telah mengetikkan total 313 buku pada tahun 1987, tahun dimana ia merekrut sukarelawan dan mendirikan infrastruktur untuk proyek tersebut. Proyek Gutenberg telah memiliki koleksi 36.000 teks pada Juni 2011, dengan sekitar hampir 50 buku elektronik baru yang ditambahkan tiap minggunya. Koleksi tersebut mencakup Novel, puisi, cerita pendek, buku panduan, buku referensi dan beberapa terbitan periodik. Sebagian besar item koleksi adalah yang didistribusikan sebagai karya domain publik dan tidak mengandung hak cipta, membuatnya menjadi salah satu karya literasi yang paling banyak dijadikan rujukan riset.

Pernyataan misi Proyek Gutenberg adalah : Mendorong pembuatan dan distribusi Buku Elektronik, membantu memecahkan penghalang terhadap buta huruf dan pengabaian literasi. Memberikan buku elektronik kepada sebanyak mungkin orang.

Obituary Hart, dimuat di website Proyek Gutenberg, memuat bagian yang berbunyi “Michael S. Hart meninggalkan tanda luar biasa untuk dunia. Penemuan buku elektronik tidaklah merupakan inovasi teknologi yang sederhana atau sekedar tanda lingkungan informasi modern. Pengertian yang lebih tepat tentang buku elektronik adalah ia sebagai cara yang paling efektif dan efisien untuk mendistribusikan literatur secara bebas. Akses pada buku elektronik dapat memberikan kesempatan peningkatan kemampuan literasi. Literasi – ide yang terkandung dalam literatur, melahirkan kesempatan”

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com