Micro Cloud Foundry Sediakan Kemampuan Cloud Offline

H-Online.Com – Dengan Micro Cloud Foundry beta, VMware telah merilis suatu varian offline dari solusi Platform-as-a-Service Cloud Foundry yang mereka kembangkan. Sistem tersebut diklaim menyederhanakan pengembangan aplikasi cloud menggunakan Java Spring-based, Ruby on Rails dan beragam bahasa pemrogramman dan layanan lainnya. Proses yang ada dikatakan  sama sederhanannya dengan membuat aplikasi web biasa. Dengan Micro Cloud Foundry, sebuah lingkungan cloud yang cocok dapat diimplementasikan secara lokal sehingga para pengembang dapat membuat aplikasi mereka secara offline.

Dalam bahasa teknis, sistem menawarkan Cloud Foundry klasik sebagai mesin virtual (berbasis pada sistem Ubuntu 64-bit). Hal ini menjadikan pengembang dapat meminimalisir kerja konfigurasi, yang dirancang untuk mengurangi waktu pengembangan aplikasi di lingkungan cloud. Sistem juga diklaim nyaman bagi pengembang dalam hal pengujian aplikasi mereka secara offline sebelum mentransfernya ke cloud. Hal ini dimungkinkan karena mesin virtual yang ada sepenuhnya kompatibel dengan Cloud Foundry.

Sistem saat ini mendukung Spring untuk Java, Ruby on Rails dan Sinatra, Node.js, Grails dan framework berbasis JVM lainnya, termasuk Scala Lift dan MongoDB, MySQL dan layanan aplikasi Redis. VMware mengatakan bahwa dalam versi berikutnya dukungan terhadap layanan vFabric juga disertakan.

Menjalankan Micro Cloud Foundry di Windows dan LInux membutuhkan VMware Player atau VMware workstation yang sudah terinstall, sementara pengguna MacOS disarankan menggunakan VMware Fusion. Pengembang juga mesti meregister Cloud Foundry jika mereka ingin mengunduh Micro Cloud Foundry.

Proyek Open Source dan Komunitas Cloud Foundry ditempatkan di  CloudFoundry.org. Kode sumber dengan lisensi Apache 2.0 tersedia di GitHub.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com

Iklan