H-Online.ComTwitter telah mengumumkan bahwa mereka akan meng”open-source”kan Storm, framework pemrosesan stream milik twitter pada bulan September yang akan datang saat konferensi Strange Loop.

Storm dikembangkan oleh BackType, sebuah perusahaan yang  diakuisisi oleh Twitter pada bulan Juli yang lalu. Saat itu, Nathan Marz, pimpinan teknis BackType, mengatakan bahwa kebijakan perusahaan untuk menjadikan teknologi mereka bersifat Open Source tidaklah berubah. Saat ini Twitter telah mencantumkan tanggal rencana tersebut dalam  posting blog mereka.

Storm dirancang untuk memberikan keunggulan pada pemrosesan terdistribusi bagi proses aliran data real time. Meskipun tampak sama dengan sistem seperti Map Reduce dari Hadoop, keduanya berbeda.

Sistem Hadoop mengerjakan satu kali tugas dimana pekerjaan dilakukan diluar jaringan untuk mendapatkan hasilnya. Sementara di Storm, proses komputasi yang ada tidak pernah berakhir, jaringan secara terus menerus memproses pesan dan mengeluarkan hasilnya. Pesan-pesan ini dapat merupakan data baru untuk dianalisa untuk kemudian melakukan update database secara real time. Contohnya adalah pesan-pesan Twitter yang dianalisa untuk menemukan trending topics dan kemudian memberikan informasi tersebut kepada klien dalam arsitektur yang ada.

Detail lebih lengkap tentang konfigurasi dasar dan mekanisme kerja Storm, seperti spout dan bolt abstraction, tersedia di posting blog. Saat ini, Nathan Marz sedang menambahkan dokumentasi Storm “sehingga anda dapat memasang dan menjalankannya dengan cepat”. Tetapi detail lain seperti informasi tentang penyebaran Storm secara otomatis, RPC terdistribusi dan elemen-elemen arsitektur pada topologi Storm, baru akan tersedia pada tanggal 19 September yang akan datang, demikian yang disampaikan oleh Marz. Juga belum tersedia informasi Storm akan menggunakan lisensi jenis apa.

(Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com)