Masalah Pemalsuan di Dunia FOSS (1)

(Bagian ke-1 dari 2 tulisan)

Oleh : Dj Walker-Morgan (H-Online)
Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com

Ketika seseorang mencari Open Office, Firefox, VLC atau paket open source populer lainnya di internet, apakah mereka akan mendapatkan paket yang asli ?

Jawabannya, sayang sekali, adalah tidak. Dikarenakan ada orang-orang yang dengan sengaja menggunakan open source untuk menyebarkan malware. Hal ini seharusnya bukanlah hal yang mengejutkan, jika anda mengenal apa yang disebut dengan  scareware merchants yang dibuat untuk mengakali pengguna sehingga mereka percaya bahwa sistem yang mereka miliki terinfeksi virus dan mengharuskan mereka membayar untuk suatu perangkat lunak antivirus palsu yang seringkali berisi malware. Para penjahat ini memiliki cara lain untuk melakukan tindakan mereka; mereka mengambil program-program open source populer, mengkompilasi malware yang mereka buat atau sekedar membundelnya ke dalam installer, dan kemudian mereka mengiklankannya untuk dijual di internet.

Hal ini tidak hanya ilegal, tetapi juga tidak bermoral. Praktek mengambil open source dan kemudian menjualnya tanpa menambahkan nilai apapun. Secara teknis, tidak ada yang dilarang dalam hal pengubahan Open Source sepanjang anda tetap menghormati lisensinya. Masalahnya adalah banyak perusahaan seringkali membundel kode open source dengan perangkat lunak proprietary dan tidak mempedulikan lisensi yang ada seperti GPL.

Para pengembang VLC baru-baru ini berbicara tentang perusahaan yang semacam itu yang menjual pemutar video VLC yang mereka buat. Ludovic Fauvet memberikan catatan sebagai berikut  :

Hasilnya adalah produk buruk yang tidak bekerja sebagaimana yang diharapkan, tidak dapat di uninstall dan hal tersebut jelas-jelas mengganggu para pengguna dan privasi mereka. Belum lagi hal itu juga menyepelekan kerja kami sebagai sukarelawan dan hal tersebut sungguh merupakan hal yang akan menyita waktu, karena tidak diinvestasikan dalam pengembangan.

Ada beberapa proteksi legal yang dapat digunakan. Sebagai contoh, merek dagang (trademark) dapat ditampilkan dan diperkuat sehingga setidaknya para penipu tidak dapat menyebut barang jualan mereka dengan nama yang sudah dikenal khalayak ramai, dan dalam beberapa kasus, hal ini dapat mencegah penggunaan “kalimat iklan” yang membawa ke iklan yang ditampilkan oleh para scammer ketika para pengguna mencari program tersebut.

Tetapi proses “penguatan merek dagang” membutuhkan dana dan waktu, dua hal yang seringkali tidak dimiliki banyak oleh para pengembang Open Source.  Saat ini nasehat terbaik yang dapat diberikan oleh para pengembang VideoLAN adalah meminta orang-orang untuk menyampaikan bahwa alamat resmi bagi VLC adalah www.videolan.org.

Merek dagang juga merupakan penyebab masalah pada beberapa proyek perangkat lunak bebas. Sebagai contoh, merek dagang Firefox dilindungi oleh Mozilla, tetapi karena perlindungan memiliki pembatasan atas apa yang bisa dilakukan dengan merek dagang tersebut, ia seringkali dianggap tidak sesuai dengan etika perangkat lunak bebas. Karena itulah kemudian muncul pembuatan IceWeasel dan GNU IceCat, yang serupa dengan Firefox, dengan tidak mencantumkan merek dagang (dan dalam kasus IceCat, dengan beberapa modifikasi tambahan).

Bahkan dengan merek dagang sekalipun, banyak hal yang harus dilakukan. Pada tahun 2009, misalnya, Mozilla memposting tentang bagaimana mereka harus melakukan klaim terhadap 15 situs Eropa, 122 situs Amerika Serikat, mengkaji 4300 situs, melaporkan sejumlah situs ke lembaga perlindungan konsumen, memulihkan 50 domain dan memberikan peringatan ke mesin pencari. Jadi, meskipun merek dagang dapat menawarkan kemampuan untuk melindungi suatu perangkat lunak Open Source, keduanya membutuhkan kerja ekstra baik bagi pemegang merek dagang tersebut maupun komunitas resmi yang ada di seputaran perangkat lunak tersebut.

Bersambung (rezaervani@gmail.com)

Tulisan Berikutnya : https://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/08/07/artikel-masalah-pemalsuan-di-dunia-foss-2/