Kesalahan Penerjemahan di detikinet, Contoh Distorsi Media Online

Oleh : Reza Ervani

Hari ini ada berita yang sama antara yang dimuat di blog https://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/06/23/berita-113-google-sentuh-1-milyar-pengguna-per-bulan/ dan http://www.detikinet.com/read/2011/06/23/113713/1666780/398/trafik-kunjungan-google-mencapai-1-miliar-sebulan. Iseng-iseng penulis coba bandingkan keduanya dan artikel asli berbahasa Inggris di http://www.zdnet.com/blog/google/google-hits-one-billion-visitors-per-month/3023?tag=mantle_skin;content

Berikut screenshot ketiga-nya (klik untuk melihat dalam ukuran yang lebih besar) :

Artikel asli :

Artikel di detik :

Artikel di tanyarezaervani :

(Catatan : Sengaja penulis buat screenshot, karena media real time seperti detik dan juga blog tanyarezaervani dapat dengan mudah dirubah ketika ditemukan kesalahan. Sayangnya media besar seperti detik tidak menyertakan “errata”, sehingga misinformasi tetaplah terjadi pada pembaca-pembaca pertama. Catatan yang bagus tentang ini ada di blog Mas Agung Trisetyarso : http://trisetyarso.wordpress.com/2011/03/17/exploitasi-ala-detik-com/ )

Tampak bahwa redaksi detikinet menerjemahkan million dengan milyar. Hal yang tampak sepele, tapi tentu jauh sekali beda antara 1 juta dengan satu milyar.

Inilah contoh distorsi media.

Itulah menurut penulis mengapa sumber asli harusnya tetap dicantumkan jika berita itu bukan asli dari meja redaksi yang bersangkutan, agar para pembaca tetap bisa melakukan cross check ke sumber berita sebenarnya.

Ini juga mengapa harus juga mulai didorong lahirnya media-media mandiri dari masyarakat di era internet ini, sehingga informasi yang disajikan berimbang. Memanfaatkan blog gratis dapat dilakukan oleh siapa saja untuk mulai menghadirkan berita berimbang itu.

Distorsi di berita-berita yang tidak sensitif mungkin tidak terlalu berbahaya, tapi dari sini timbul pertanyaan, apakah berita politik, agama, dan isu-isu serupa di media “kejar tayang” seperti detik juga mengalami distorsi yang sama ? Atau malah lebih parah ?

Dan peluang untuk terjadinya distorsi bukan hanya di detik saja, tapi juga vivanews, okezone dan media online lainnya. Jadi marilah menjadi pembaca dan pengguna media online yang cerdas.

Allahu ‘Alam

Iklan