Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

Lebih Banyak Pengembang Mengkoding untuk Android dibandingkan Apple IOS

Windows Phone 7, Symbian dan Java tertinggal

TheInquirer.Net – Mayoritas Pengembang membuat aplikasi untuk Sistem Operasi Android Google, dan hanya sedikit yang mengkoding untuk IOS milik Apple, demikian yang dilaporkan oleh Bluevia dan Vision Mobile.

Entitled Developer Economics 2011, penelitian yang menunjukkan bahwa 67 persen pengembang mengkode untuk Android, naik dari 59 persen di tahun 2010. IOS tertinggal di belakang dengan 59 persen walaupun juga mengalami kenaikan dari 50 persen tahun lalu, kemungkinan besar karena peluncuran Ipad oleh Apple.

Berita buruk bagi Microsoft adalah laporan tersebut menemukan bahwa Microsoft belumlah berada di urutan ketiga di perlombaan mobile. Laporan tersebut menunjukkan developer mindshare untuk Windows Phone 7 jatuh dari 39 persen menjadi 36 persen, karena tampaknya banyak pengembang tidak melihatnya sebagai sistem operasi yang menjanjikan secara komersial.

Tapi, jika dilihat lebih jauh ke depan, seiring dengan “intentshare” para pengembang cenderung untuk bekerja pada platform di berbagai tingkatan, Microsoft tampaknya akan menempati posisi kedua dengan 32 persen dibelakang Android yang terdepan dengan 35 persen, sementara Chrome OS menggeser IOS ke posisi keempat, masing-masing dengan 28 persen dan 27 persen.

Symbian dan Java tampaknya sedikit diabaikan oleh para pengembang, dengan 30 persen pengembang Symbian dan 35 persen pengembang JAVA ME cenderung untuk beralih ke platform yang lain dalam waktu dekat ini. Reputasi negatif yang dimiliki oleh Java dalam hal keamanan dan pengumuman kematian Symbian ketika Nokia memutuskan untuk bermitra dengan Microsoft Windows Phone 7 menjelaskan mengapa para pengembang mulai mengambil jarak dengan kedua sistem operasi tersebut.

Dalam cakupan jumlah total aplikasi, Apple masih memimpin dengan hampir 400.000 aplikasi pada seperempat pertama tahun ini. Android berada di belakang dengan 176.000 aplikasi. Ini mungkin menjadi bagian alasan kenapa Developer berbondong-bondong ke Android, dengan harapanmereka dapat masuk ke pasar Apple dan melakukan ekspansi ke wilayah baru.  Pertumbuhan Android saat ini dan banyaknya perangkat lunak yang menjalankannya tampaknya menjadi alasan pula kenapa Android menjadi semakin populer di kalangan pengembang.

Toko Aplikasi Online masihlan merupakan tempat utama untuk menjual aplikasi ke kustomer dengan 45 persen pengembang memilih opsi tersebut. Lebih dari setengah mereka melakukan ini dikarenakan jangkauan tokok aplikasi lebih luas dibandingkan dengan menjualnya sendiri atau menggunakan portal operator mobile.

Dalam hal pembayaran, pemenang terbesar adalah komisi perusahaan untuk aplikasi bersangkutan, dimana hampir setengah pengembang mendapatkan bayaran dengan cara ini. Cara terbaik lain untuk mendapatkan income adalah dengan pay-per-download, sementara bayaran iklan dan bayaran upgrade menempati posisi ketiga dan keempat.

Tapi tidak semua pengembang memperoleh untung. Sepertiga dari hasil survey ini menunjukkan bahwa mereka memberikan harga kurang dari US$ 1000 untuk aplikasi mereka. Jika dipertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah perangkat lunak, maka dapat dikatakan bahwa mereka ini merugi.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com