Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

Scientific Linux versi 6.1 Alpha dirilis

H-Online.Com – Versi Alpha pertama dari Scientific Linux (SL) 6.1 telah diumumkan oleh pengembangnya. SL 6.1 dinyatakan sudah bisa diinstall dan bekerja, tetapi pengujian-pengujian utama belumlah selesai dilakukan seluruhnya. Image yang dapat diunduh sudah tersedia untuk 32 bit dan 64 bit , tetapi sebagaimana layaknya sebuah versi pengujian, sebaiknya tidak digunakan untuk tujuan produksi. Versi stabil terbaru dari Scientific Linux adalah versi 6.0.

Scientific Linux adalah sebuah rilis berbasiskan pada “Enterprise Linux” yang sesungguhnya adalah  Red Hat’s Enterprise Linux, meskipun pengembang SL sendiri mengatakan bahwa mereka merujuk pada  “The Upstream Vendor” atau “TUV” untuk menghindari masalah merek dagang.

SL dikompilasi ulang dari sumber dengan gaya yang sama dengan CentOS. Tapi tidak serupa dengan CentOS, komunitas Scientific Linux tampaknya terus menggunakan rilis sumber terbaru, sementara CentOS sendiri belumlah mengeluarkan rilis 6.0. Redhat meluncurkan  RHEL 6.1 pada pertengahan Mei lalu dan pengembang SL kini sudah merilis versi alphanya. Sebagai perbandingan, RHEL 6.0 dirilis pada November 2010 dan Scientific Linux 6.0 dirilis padaawal Maret 2011.

Scientific Linux dirakit oleh laboratorium-laboratorium dan universitas semacam Fermilab dan CERN, dan dirancang untuk menyediakan suatu platform yang umum untuk para peneliti. Para pengembang juga berusaha untuk membuat distro ini dapat dikustomisasi bagi kebutuhan masing-masing. Sebagai contoh, Fermilab memiliki versi mereka sendiri dengan paket Kerberos. Scientific Linux diluncurkan pada tahun 2004 dan kini sudah menginjak tahun mereka yang ketujuh.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com