Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

Berapa Sesungguhnya Perangkat Lunak GNU di Linux Anda ?

Oleh : Pedro Corte-Real (http://pedrocr.net/text/how-much-gnu-in-gnu-linux)

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com

Setelah membangun infrastruktur untuk menganalisa kode di suatu rilis Ubuntu, saya memutuskan untuk memenuhi rasa penasaran tentang berapa banyak sesungguhnya perangkat lunak GNU yang ada di sebuah distro saat ini. Saya ambil Ubuntu Natty (dirilis pada bulan April) sebagai contoh, menghitung LOC (baris kode)-nya dalam bentuk metrik kasar dan memasukkan hanya repository utama (main), yang merupakan inti dari distro tersebut, yang dipaketkan oleh Ubuntu dan bukan merupakan hasil pemaketan ulang dari Debian.

Gambar 1 menunjukkan total LOC di Ubuntu Natty yang dipecah ke dalam proyek-proyek utama yang membangunnya. Dalam metrik ini, perangkat lunak GNU ada sekitar 8 %. GNOME tidak saya masukkan ke kategori GNU karena tampaknya GNOME saat ini secara efektif berjalan diluar GNU tetapi jikapun mereka dimasukkan ke dalam GNU, maka jumlah totalnya adalah sekitar 13 %

Saya menemukan dua hal yang mengejutkan di grafik ini. Yang pertama adalah bahwa kernel memiliki ukuran yang sebanding besarnya dengan besar seluruh perangkat lunak GNU1. Yang kedua adalah proyek-proyek kecil sesungguhnya mendominasi keseluruhan jumlah tersebut. Setidaknya yang tampak di paket-paket Ubuntu, asal dari perangkat lunak tersebut tersebar dimana-mana.

Gambar 2 menunjukkan pecahan dari kategori GNU dalam komponen-komponen lebih kecil. Sebagaimana yang anda duga glibc/gcc/binutils/gdb adalah item yang paling banyak. Apa yang mengejutkan bagi saya hampir semua paket ini memiliki alternatif pengganti yang populer. Jadi tampaknya anda dapat membuat distro yang berfungsi penuh tanpa perangkat lunak GNU apapun dan tidak akan menyebabkan terlalu banyak gangguan bagi pengguna. gdb mungkin masuk ke dalam pengecualian dan masih dipaketkan dalam sebuah sistem operasi bahkan yang memilih untuk menghindari paket-paket GNU sekalipun, seperti FreeBSD.

Kelihatannya sudah tiba saatnya kecenderungan sebuah distro berbasis Linux menggunakan sumber perangkat lunak yang lebih bermacam-macam dan tersebar. Tidak ada proyek yang mencapai 10 % dari seluruh bagian dan sebuah sistem modern yang lengkap hanya bisa terbentuk dari penggabungan-penggabungan seperti ini. (rezaervani@gmail.com)