Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

Survey: 56% Berharap bahwa Lebih dari Setengah dari Pembelanjaan Perangkat lunak 5 Tahun ke depan adalah Open Source

ZdNet.Com – Lebih dari setengah dari seluruh pembelanjaan perangkat lunak yang dibuat pada lima tahun ke depan adalah untk perangkat lunak Open Source, demikian setidaknya menurut setengah dari responden dalam sebuah survey luar biasa yang dirilis baru-baru ini.

Meskipun 95 persen dari survey yang melibatkan 450 responden percaya bahwa turbulensi ekonomi adalah hal yang bagus bagi perangkat lunak open source, upaya untuk menghindari kendali penuh dari vendor telah mengungguli alasan biaya rendah sebagai alasan utama dalam mengadopsi perangkat lunak open source.

Penemuan ini, disertakan dalam survey tahuan kelima Future of Open Source, yang diselenggarakan oleh North Bridge Venture Partners (NBVP) dan Kelompok 451  yang dirilis ke publik pada minggu lalu di Konferensi Bisnis Open Source.  Perusahaan modal ventura berinvestasi di banyak perusahaan open source termasuk Acquia, adalah hal yang disorot dalam laporan dan di dalam  konferensi ini.

Penemuan secara keseluruhan menunjukkan bahwa open source telah menjadi mainstream dan berada dalam tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Biaya perangkat lunak yang rendah masihlah penting (No 2 dalam daftar) tetapi kustomer meningkatkan penilaian mereka pada open source karena open source melindungi mereka dari kendali vendor secara tradisional (Oracle, misalnya) seiring munculnya layanan cloud proprietary seperti Amazon Google dan Microsoft Azure.

Masuk akal memang. Kemunculan segmen teknologi semacam Software-as-a-Service (SaaS), private cloud, public cloud, big data dan teknologi mobile memberikan pengaruh yang paling besar dalam pertumbuhan open source,” demikian yang ditulis dalam laporan tersebut.

Michael Skok, managing partner dari perusahaan pemodalan ventura berkata bahwa hasil survey menunjukkan bahwa open source kini sepenuhnya merupakan mainstream di tingkat enterprise. Di mencatat bahwa secara kasar 60 persen dari responden tahun ini adalah end user dan penanggung jawab level C di enterprise dan itu menunjukkan penetrasi open source di hampir sepertiga perusahaan yang ada.

“Open Source dalam survey responden menunjukkan pencapaiannya sekitar 30 per penetrasi di enterprie dan Red Hat telah menunjukkan pertumbuhan yang sulit dipercaya”, ujar Skok, dalam wawancara baru-baru ini. “Open Source telah menjadi main stream dan berada dalam tingkat pertumbuhan yang tinggi, terutama di perangkat mobile dan database”

“Dimana pertumbuhan terjadi ? Yang paling tinggi adalah di perangkat mobile … kesuksesan Android.” kata Skok.”Proyek Open Source telah meningkat dua kali dari tiga tahun yang lalu di perangkat mobile.”

Yang menarik adalah, litigasi IP dan kekhawatiran keamanan tidak masuk dalam 3 hal utama yang menjadi perhatian para responden.

Di tahun 2011, konsumen open source lebih fokus pada isu-isu teknologi yang sudah matang, termasuk peningkatan operasional yang baik di sisi terkait seperti dukungan, manajemen produk, fitur-fitur fungsionalitas dan keuntungan investasi. Ini tampak kontras dengan survey-survey tahun sebelumnya yang menunjukkan hal-hal seperti implikasi legalitas lisensi dan penyesuaian terhadap kebijakan internal sebagai point utama.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com