Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

OpenStack menjadi Masa Depan Ubuntu Cloud

H-Online.Com – Canonical dan para pengembang Ubuntu, pada Ubuntu Developer Summit (UDS) di Budapest, telah memutuskan untuk berfokus pada OpenStack sebagai dasar teknologi bagi platform Ubuntu Cloud.

Sebelumnya, Ubuntu telah menggunakan Eucalyptus sebagai inti teknologi cloud mereka. Eucalyptus dimasukkan ke Ubuntu 9.04 pada 2009 sebagai pondasi bagi produk Ubuntu Enterprise Cloud; Eucalyptus mengganti API Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud). OpenStack muncul pada bulan Juli 2010 dari pengembangan yang dilakukan oleh NASA dan Rackspace dengan tujuan membuat platform cloud dengan open standards dan dikembangkan oleh komunitas. OpenStack saat ini didukung oleh lebih dari 60 perusahaan termasuk Dell, Intel, AMD, Citrix, NTT, RightScale, Puppet Labs dan Canonical. Canonical memampilkan suatu tinjauan teknologi OpenStack di Ubuntu 11.04 dan mengintegrasikan versi terakhir OpenStack (Cactus) di rilis tersebut.

Menjelaskan mengapa OpenStack yang dipilih, Robbie Williamson dari Canonical menjelaskan : “Kami berinteraksi  jauh lebih baik dengan OpenStack”. Salah satu rencana masa depan Canonical adalah dukungan bagi server ARM; banyak perusahaan berharap Ubuntu Cloud bisa berjalan di server berbasis ARM dengan daya rendah di masa depan sehingga mereka dapat menyelesaikan banyak masalah yang berkaitan dengan sentra data modern.Karena itu Canonical harus mendukung platform ARM. Jika menggunakan Eucalyptys, hal ini akan menunggu apa yang dilakukan oleh para teknisi pada Eucalyptus. Tetapi dengan OpenStack mereka dapat mengembangkan solusi mereka sendiri bagi dukungan untuk ARM dan membuat perubahan secara upstream bagi proyek tersebut.

Williamson menekankan bahwa perusahaan akan memproduksi rilis Long Term Support (LTS) 12.04 pada April tahun depan dan para pengembang ingin mulai memasukkannya dalam rilis 11.10. Keputusan ini akan berpengaruh pada Ubuntu 11.10 “Oneric Ocelot”. Jadi ketika pengguna menggunakan Ubuntu Cloud Server, mereka akan mendapati versi 11.10 secara default akan menggunakan OpenStack.

Pengguna UEC dan Eucalyptus yang ada saat ini tidak akan diabaikan begitu saja dalam proses migrasi ini. Williamson mengatakan dia mengharapkan jika para teknisi bisa memenuhi jadwal yang ada, Ubuntu 11.10 akan berisi Eucalyptus 3.0 (yang direncanakan rilis pada bulan Agustus) dan begitu juga pengguna Ubuntu 10.04 LTS UEC akan disupport hingga tahun 2015. Perangkat-perangkat yang sedang dan akan dikembangkan dalam tiap siklus 6 bulan juga akan menyertakan perangkat migrasi untuk pengguna UEC yang ingin berpindah ke platform berbasis OpenStack di masa depan.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com