Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

MIT Media Lab Mengangkat Seorang yang Drop Out Kuliah sebagai Direktur : Melampaui Negroponte

ZDNet.Com – Direktur Media Lab MIT  terakhir yang terkenal dan mengundang banyak komentar mungkin adalah Nicholas Negroponte, seorang flamboyan, sosok kontroversial dibalik program One Laptop per Child. Dia juga adalah direktur pertama yang berasal dari bleeding edge working group. Maka Direktur terakhir saat ini, tampaknya akan menjadi semacam un-Negroponte.

Joichi Ito, seorang dropout kuliah yang beralih menjadi pengusaha dan pemodal ventura, yang membawa bersamanya keunggulan investasi di Last.fm dan twitter hingga guild master status di World of Warcraft, yang digambarkan oleh New York Times dengan kalimat :

Ia juga adalah partisipan awal dalam pergerakan Open Source Software dan anggota pembina di Yayasan Mozilla, yang mengembangkan browser Firefox, sebagaimana ia juga menjadi co-founder dan ketua dari Creative Commons …

Dikarenakan kepercayaan pada dirinya tampak tidak sempurna dari sudut pandang dunia, website Register, secara tidak mengejutkan, nampak sedikit lebih sinis terhadap penunjukan tersebut

MIT telah menunjuk direktur baru Media Lab mereka, seorang blogger dan networker yang menganggap sains komputer membosankan dan drop out dari pendidikan tinggi secara total setelah mendapati dirinya tidak dapat mempelajari fisika “secara intuitif”. Tetapi dikarenakan yang kita bicarakan adalah Media Lab MIT, penunjukkan seorang sosialita dot com dan orang yang menganggap dirinya bodoh ini, Joicho [sic] Ito, adalah benar-benar pilihan yang sangat, sangat sempurna.

Kenapa ini menjadi masalah ? Media Lab telah menjadi terkenal dengan ujicoba dan demonya yang mahal. Di situasi kondisi fiskal yang sedang merosot saat ini, tidakkah pekerjaan dari Lab ini lebih baik dialihkan ke penelitian di Lab MIT yang lain dengan fokus yang lebih besar dan biaya yang lebih rendah.

Mungkin, tetapi Media Lab MIT yang seharusnya menginspirasi para teknolog dan peneliti, menunjukkan pada kita bahwa fikiran yang cemerlang mesti diperkenankan bergerak bebas. Seiring perkembangan teknologi komputer yang menjadi tidak hanya tersebar dimana-mana tetapi sungguh-sungguh sulit terduga, sebuah organisasi semacam Media Lab mengingatkan kita bahwa masih ada kreasi yang harus dilakukan dan inovasi yang harus dikejar. Seorang investor/pengusaha/penggerak dan pengheboh internet akan memiliki kepekaan yang sama bagusnya (dan mungkin lebih bagus) dibandingkan dengan orang-orang lain seputar inovasi apa berikutnya yang akan muncul di dekade kedua abad ke 21 ini dan selanjutnya.

Negroponte mungkin merasa ngeri saat ini, tapi kita akan dibuat penasaran, akan menjadi seperti apa Media Lab beberapa waktu ke depan dibawah pimpinan Ito.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com