Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

Kandidat Rilis Linux Mint 11 “Katya” telah Hadir

H-Online.Com – Pendiri Linux Mint dan pimpinan pengembang Clement Lefebvre telah mengumumkan kehadiran rilis kandidat untuk Linux Mint versi 11, rilis utama proyek tersebut berikutnya.

Kandidat rilis Linux Mint 11, dengan kode nama “Katya”, berbasiskan Ubuntu rilis terakhir 11.04 “Natty Narwhal” yang dirilis pada akhir April kemarin. Katya akan menggunakan lingkungan Desktop GNOME 2.32, sebagaimana layout tradisional desktop Linux Mint.

Diskusi pemilihan GNOME 2 bukannya GNOME 3 yang terbaru, dalam email yang disampaikan oleh Lefebvre ke situs H, bahwa awalnya pengembang ingin menggunakan GNOME 3. “Ada kemudian pertimbangan bahwa GNOME 2 adalah salah satu desktop yang paling stabil, dengan dukungan penuh GTK (dimana kebanyakan aplikasi, termasuk yang dikembangkan oleh Linux Mint dikembangkan) dan juga dukungan themes yang kami miliki”. Dia juga kemudian menambahkan bahwa “GNOME 3 baru saja dirilis, belum banyak distro utama yang mendukungnya dan masih sangat sedikit feedback dan pengalaman pengguna yang bisa dikumpulkan. Belum ada laporan tentang kompatibilitas, juga belum ada laporan tentang fungsionalitas yang menurun atau hilang”

Tampilan Default Desktop Linux Mint 11 RC

Linux Mint 11 akan memiliki fitur update manager yang lebih cepat dengan peningkatan multiple user interface, update pada perangkat setting desktop dan software manager yang mendapat lebih banyak polesan. Update pemilihan perangkat lunak termasuk mengganti OpenOffice dengan LibreOffice, menjadikan Banshee sebagai music player bawaan dan mengganti F-Spot dengan gThumb untuk aplikasi foto. Gwibber juga tidak terinstall secara default.

Versi final Linux Mint 11 diharapkan bisa diluncurkan sebelum akhir bulan ini. Tapi bagaimanapun, sebagaimana diungkapkan oleh Lefebvre, “Kami selalu merilis saat benar-benar sudah siap, dan kami akan menunda peluncuran jika ada kualitas yang kami rasa kurang memuaskan”.

Detail lebih lengkap tentang kandidat rilis, termasuk daftar fitur lebih lengkap, daftar masalah yang ditemui dan link download dapat ditemukan pada publikasi di blog Linux Mint dan Linux Mint 11 Web Page. Versi Linux Mint stabil saat ini adalah versi 10 yang diluncurkan pada pertengahan November tahun lalu.

Linux Mint bercita-cita untuk menjadi distro yang akrab bagi pengguna dan memberikan pengalaman out-of-the-box yang lebih lengkap dengan menambahkan dukungan untuk DVD playback, Java, plug-ins dan berbagai codecs media. Linux Mint kini menjadi distro kedua yang terpopuler dibawah Ubuntu menurut website DistroWatch.Com.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog https://tanyarezaervani.wordpress.com