Klik Disini untuk Info Lebih Lanjut

Tanya :

Apa sesungguhnya swap itu ?

Jawab :

Tulisan sebelumnya : Mengenal Swap Lebih Dekat (1) bisa dibaca di : Tanya 136 : https://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/05/02/tanya-136-mengenal-swap-lebih-dekat-1/

Untuk menambah partisi swap di sistem anda, pertama siapkan terlebih dahulu partisinya.Lihat :  Tanya 112 https://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/04/26/tanya-112-menggunakan-fdisk-untuk-mempartisi-hard-drive/

Pastikan jikalau partisi tersebut sudah ditandai sebagai partisi swap. Lalu buat file system swap. Lihat Tanya 113 : https://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/04/26/tanya-113-membuat-sebuah-sistem-file-di-partisi/

Setelah semuanya selesai, maka partisi swap anda akan terlihat seperti ini :

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hdb1 2328 2434 859446 82 Linux swap / Solaris

Catatan : Solaris menggunkan ID yang sama dengan Linux untuk partisi swap.

Untuk mengaktifkan partisi swap gunakan perintah :

swapon <alamatpartisi>

Anda bisa periksa ulang dengan swapon -s.

Untuk memounting secara otomatis partisi swap saat booting, tambahkan di file /etc/fstab : (Lihat Tanya 70 : https://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/04/15/tanya-70-mengenal-file-fstab/)

Contoh formatnya adalah seperti :

/dev/hdb1 none swap sw 0 0

Karena /dev/hdb1 diatas adalah partisi swap ia tidak membutuhkan mount point spesifik, jadi kita tandai dengan none, tipenya adalah swap dengan opsi sw, dan dua paramater terakhir tidak kita gunakan, jadi kita berikan nilai 0

Untuk mengecek apakah ruang swap andan secara otomatis di mounting tanpa harus reboot, anda dapat menggunakan perintah swapoff -a (yang mematikan semua ruang swap) dan kemudian menyalakan kembali dengan perintah swapon -a (yang akan memounting semua ruang swap yang didaftar di /etc/fstab). Lalu cek lagi dengan swapon -s

Bersambung

Tulisan Lain yang Terkait

Iklan