Sejarah LINUX (2)

Siap Untuk StartUp

by Dr. Oliver Diedrich – H-Online.Com

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog http://tanyarezaervani.wordpress.com

(Bagian Kedua dari Empat Tulisan)

<<< Tulisan Sebelumnya Sejarah Linux (1) : Saat Sejarah Dimulai

Kemampuan Linux untuk berjalan pada semua hal yang dapat membedakan nol dan satu – atau pada perangkat embedded dari mulai router hingga smartphone dan juga komputer mainframe – dimulai pada kernel Linux versi 1.2.

Pada bulan Maret 1995, kernel tersebut mengenalkan beberapa driver baru dan pengembangan di area networking (IP forwarding, firewall, penambahan protokol jaringan semacam NFS) serta beberapa kemajuan utama yang menawarkan porting awal ke prosesor arsitektur x86 : Alpha, MIPS dan SPARC.

Ini berarti bahwa Linux 1.2 menjadi dasar dari upaya porting kernel Linux ke lusinan platform berikutnya.

Pengembangan kemampuan dan aplikasi-aplikasi jaringan seperti Apache, Samba, dan Sendmail menunjukkan pasar tersendiri untuk Linux mulai berkembang, ditunjukkan oleh distributor Linux komersial semacam Caldera, Red Hat dan Suse. Caldera kemudian menghilang, Suse kemudian dibeli oleh Novell pada akhir 2003 dan mengumumkan independensinya tahun lalu setelah Novell diakuisisi oleh Attachmate, dan penghasilan Red Hat diperkirakan melewati 1 miliar US dolar untuk pertama kalinya tahun ini.

Tapi mari kembali ke kernel Linux.

Larry Ewing, Perancang Maskot Penguin Tux

Pada Juni 2006, Linux 2.0 memperkenalkan komponen pertama yang menyediakan dukungan bagi multi prosessor . Tahun ini maskot Tux dirancang oleh Larry Ewing.

Kernel.org yang masih merupakan rumah bagi kode-kode sumber kernel dan juga Mailing List Kernel Linux (LKML) dimana para hacker kernel melakukan diskusi mereka hingga saat ini dimulai pada bulan Maret 1997.

Sepanjang pengembangan Linux 2.1. pada September 1998, sebuah masalah muncul diantara para pengembang : Torvalds tidak lagi dapat untuk mengintegrasikan semua patch yang diberikan ke dalam kode sumber kernel, banyak programmer merasa frustasi dan pengembangan dalam bahaya perpecahan.

Tapi kemudian situasi diredakan oleh para pengembang berpengalaman termasuk Alan Cox dan Ted Y, yang mulai melakukan “pra penyaringan” untuk kiriman-kiriman kode yang masuk dan meringankan beban Torvalds dari kegiatan menguji tiap patch sendirian. Rancangan ini masih beroperasi hingga saat ini.

Pada tahun 2002, kisah “Linus tak terukur” terulang. Waktu itu, para pengembangan menemukan solusi teknis sistem manajemen kode sumber yang lebih powerful, Bitkeeper. Sistem ini kemudian digantikan oleh sistem kontrol versi Git tiga tahun kemudian yang ditulis oleh Torvalds sendiri. Git kini telah menjadi standar di dunia Open Source.

Linux 2.2 dirilis pada Januari 1999. Semenjak saat itu, kernel berjalan dengan baik di mesin SMP dengan empat prosesor, menawarkan manajemen memori yang lebih efisien, mendukung IPv6 dan menyertakan kode firewall dengan performa tinggi – jarak antara Linux dengan kompetitornya Unix komersial semakin dekat. Para pengembang juga mengembangkan dukungan kernel untuk audio dan video.

Pada dua setengah tahun pengembangan Linux 2.2, perubahan juga banyak terjadi di wilayah pengguna : KDE dan GNOME menawarkan antarmuka grafis desktop dengan kemampuannya yang luar biasa dibandingkan window manager X11 tradisional. StarOffice 3 dan Netscape Navigator versi Linux merupakan pendahulu Open Office dan program-program Mozilla. Oracle dan Informix melakukan porting database mereka ke Linux pada 1998. Kluster Beowulf pertama yang berisi 68 komputer Alpha yang membuatnya masuk dalam 500 besar superkomputer tercepat di dunia dikenalkan pada 1998 – kini hampir 80 persen superkomputer dunia menggunakan Linux.

Linus di Sampul Majalah Forbes Agustus 1998

Pada bulan Agustus 1998, Linus Torvalds tampak tersenyum di sampul majalah bisnis Amerika Forbes. Linux dan open source telah secara resmi menjadi proposisi bisnis yang layak.

Vendor perangkat keras semacam Dell dan Hewlet-Packard mengumumkan peluncuran server Linux.

Perkembangan ini menimbulkan keguncangan di Microsoft; Dalam sebuah dokumen Hallowen, Microsoft mendiskusikan kompetitor baru dan kualitasnya dan berupaya merancang strategi untuk menjawab Linux. Pada April 1999, sebuah laporan Mindcraft yang tidak terlalu terkenal dirancang untuk mengkonfirmasi inferioritas teknologi Linux. Pada 2001, Microsoft mengadopsi pendekatan mendasar yang berlawanan, mengkalim Linux sebagai “sebuah kanker”, dan menganggap bahwa Open Source menghancurkan hak karya intelektual.

IBM S/390 Generasi 5

Tentu hal tersebut tidaklah dapat menghentikan Unix di PC, yang telah lama kokoh di arsitektur x86.

IBM mengumumkan inisiatif Linux berskala besar dan pada CeBIT 1999, SAP memberikan penghormatan pada sistem operasi bebas dengan menampilkan versi Linux pada perangkat R/3 ERP mereka. Porting Linux pada komputer mainframe IBM S/390 (yang sekarang dikenal sebagai seri z) pada akhir 1999 menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dari sebuah sistem operasi bebas – yang membuat para analis percaya bahwa Linux adalah penyelamat mainframe-nya IBM.

Saat itu, Linux juga berhasil mencapai popularitas di sisi lain pada skala perangkat keras. Kembali ke tahun 1998, Compaq mempersembahkan komputer tangan bernama Itsy yang menjalankan Linux – yang berarti ini adalah pendahulu dari smartphone Android dan tablet yang beredar banyak saat ini. The Embedded Linux Consortium (ELC) didirikan pada bulan Maret 2000 untuk merancang spesifikasi bagi Embedded Linux.

Bersambung (rezaervani@gmail.com -rezaervani@mail.ru)

Seri Berikutnya :

About these ads